Ketakutan dan Keyakinan merupakan dua hal yang senantiasa menghiasi perjalanan kehidupan setiap insan di muka bumi ini. Dua hal yang sama-sama memiliki sinergi kekuatan yang besar. Hukum keduanya bahkan saling tarik menarik. Nah, proses tarik menarik keduanya inilah yang menimbulkan suatu perasaan dalam jiwa kita yang disebut kebimbangan.
Ketakutan - Keyakinan - Kebimbangan. Mungkin Anda akan bertanya-tanya, kenapa semuanya memakai kata depan Ke, yang berarti sifat aktif. Sifat aktif berarti si manusianya sendirilah yang menentukan dan berperan besar dalam ketiga hal tersebut.
Ketakutan misalnya, muncul dan akan terus berkembang jika kita memeliharanya dan memberikan ruang kepada “ketakutan” tersebut untuk terus memiliki pengaruh negatifnya pada diri kita.
Kebalikannya sekarang. Keyakinan, akan memiliki porsi luar biasa dasyat dalam kehidupan kita jika kita terus mengelolanya dengan baik. Hiduplah terus dalam dinamisnya kekuatan “keyakinan” yang akan menuntun diri kita pada kekuatan luar biasa alam semesta yang menghadirkan peranan YANG ESA dalam setiap langkah yang kita ambil. Lalu, ada “kebimbangan” yang akan terus menghantui atau mengikuti kemanapun kita melangkah.
Kenapa? ya karena kita sendiri yang terus-terusan menempatkannya dalam jajaran kehidupan kita. Antara ketakutan dan keyakinan yang terus saling tarik menarik dengan kuat. Dan, Anda sendirilah yang berhak dan mempunyai kuasa untuk melepaskannya.
Seperti halnya, saya sendiri. Jika terus berada dalam lingkaran “ketakutan” jiwa saya, maka akan sangat jauh cita-cita menjadi penulis tercapai. Namun, dengan keyakinan yang saya tambah terus dan terus maka akan menghantarkan saya (walau tidak instan) menuju kearah apa yang saya ingin raih.
Lain lagi dengan salah seorang teman juga yang saya baca postingannya di milis penulisbestseller. Mario namanya, dalam postingannya kali ini, ia merasa sangat luar biasa senang, karena ia mendapatkan komputer baru untuk menunjang cita-citanya menjadi seorang penulis juga. Selama ini ia selalu pergi ke warnet untuk membuat tulisan-tulisannya itu. Ketidakmampuannya saat itu untuk memiliki sebuah komputer, tidak menyurutkan “keyakinan”-nya. Keyakinannya yang sungguh berbuah hasil yang baik. Doa dan ketekuannya untuk tidak menyerah pada keadaan akhirnya memberikannya kedasyatan dari makna “keyakinan” itu sendiri.
Dalam hal ini, artinya Mario terus mengolah “keyakinan” dan mengalahkan “ketakutan” dalam dirinya sendiri. Ketakutan bagaimana bisa ia mencapai cita-citanya, menjadi penulis jika komputer saja tidak punya, boro-boro laptop.
Persoalan “ketakutan” melawan “keyakinan” inilah, yang tidak semua orang bisa mengatasinya. Sehingga muncullah “kebimbangan”.
Kebimbangan akan pilihan-pilihan dalam hidup me-representasikan ketakutan dan keyakinan tadi. Muncul perasaan takut bila pilihannya salah, tetapi dilain pihak muncul keyakinan bahwa inilah jalan yang musti diambil.
Oleh karena itu, mantapkanlah hati Anda. Yakinlah pada diri Anda sendiri. Jangan membayangkan hal-hal yang jauh dari jangkauan nalar diri Anda sendiri yang pada akhirnya justru membuat unsur ketakutan merajai setiap langkah kehidupan Anda.
Bayangkan saja keberhasilan, kesuksesan dan terwujudkan cita-cita Anda dibarengi dengan komitmen dan keseriusan menjalaninya.
Jadi, lepaskan diri Anda dari kebimbangan. Tentukan langkah Anda segera dalam keyakinan penuh. Then… JUST DO IT!
MEMBACA KARAKTER ORANG
Postingan kali ini akan membahas tentang cara membaca karakter seseorang, menebak apa yang sedang dia pikirkan, menebak apa yang sedang membuatnya bermasalah, menebak masa lalunya, menebak apakah dia tulus atau tidak ketika sedang melakukan sesuatu, ilmu ini bukan ilmu paranormal yang menggunakan indra keenam, ilmu ini adalah ilmu tentang perilaku manusia, sebuah respon non verbal yang mengkomunikasikan sebuah pesan khusus dan tugas kita adalah membaca pesan tersebut sehingga menjadi sebuah informasi yang menarik tentang pribadi seseorang.
Pertama : anda harus mengumpulkan beberapa data dan fakta terkait dengan orang yang bersangkutan, mengapa harus mengumpulkan fakta dan data? karena ilmu membaca perilaku bukan sebuah ilmu siluman tetapi ilmu logis, kita bisa menarik kesimpulan dari sebuah kejadian saat ini berdasarkan kumpulan kejadian di masa lalu, karena ilmu ini adalah ilmu analisa perilaku maka bekal dasar yang harus diperkuat adalah psikologi perkembangan, ilmu perilaku manusia dll.
Kedua : Tentukan orang yang akan anda tebak karakternya, lihat urutan dalam kelahirannya. Seorang anak bungsu memiliki sifat dan karakteristik manja, egois, mudah ngambek dengan stimulus rendah, cenderung tergantung dengan orang lain, anak sulung cenderung mandiri karena ketika dia memiliki adik secara psikologis dia sudah mengalami sibling rivalry atau persaingan dengan saudara kandung, bahkan mereka sudah sangat mapan menerima kasih sayang yang tidak berlebih seperti ketika mereka belum memiliki adik. Anak tengah memiliki karakteristik lebih stabil, mereka siap dikalahkan oleh kakaknya dan mengalah untuk adiknya.
Ketiga : amati ekpresi wajah dan beberapa perubahan non verbal yang muncul dalam interaksi, seseorang yang menyembunyikan masalah cenderung lambat menerima atau menangkap sebuah pesan, bahkan ketika mereka mengatakan bahwa mereka "tidak apa - apa" sebenarnya mereka menyembunyikan masalah yang mereka miliki, mulut mereka bisa berbohong tetapi respon non verbal mereka menunjukkan sebuah informasi yang berbeda antara apa yang ada di hati dan pikiran mereka dengan apa yang mereka ucapkan, amati kecepatan perubahan ekspresi wajah mereka, amati kecemasan atau perubahan non verbal mereka ketika berbicara, jika mereka berbohong maka mereka menghindari kontak mata.
Keempat : Baca bahasa tubuh atau body language, bahasa - bahasa verbal negatif yang mungkin muncul, tatapan mata, bahkan beberapa kode dengan jari yang menunjukkan ketidaktertarikan maupun ketidakberminatan. Ketika seseorang tidak tertarik untuk berkomunikasi maka mereka akan melakukan sebuah respon non verbal dari mengalihkan pandangan, menundukkan kepala, menatap ke tempat lain, menguap, respon non verbal gelisah dll.
Kelima : masa lalu seseorang dapat terbaca dari apa yang dia lakukan atau dia tunjukkan saat ini, seorang anak yang dibesarkan dengan kasih sayang yang penuh, jauh dari kekerasan maka mereka akan cenderung menghindari kekerasan, seorang anak yang dibesarkan dengan cara otoriter maupun cara dominasi orang tua menjadi orang yang takut melakukan segala sesuatu, takut memulai sesuatu, takut melakukan kesalahan, seorang anak yang dibesarkan dengan cara permisif cenderung bertingkah laku arogan dan sewenang - wenang karena mereka tidak pernah mendapatkan teguran terhadap apa yang mereka lakukan, jika mereka menjadi pemimpin maka mereka akan memimpin dengan tangan besi, memimpin dengan sekehendak hati dan tidak memperdulikan perasaan orang lain.
Keenam : Perilaku manusia mampu terbaca dari keluhan - keluhan yang dia sampaikan lewat ucapan secara tidak sengaja maupun tidak sadar, seseorang mengeluh sesuatu karena hal tersebut yang mengganggu pikirannya, dengan mendengarkan keluhan seseorang maka kita akan mampu membaca apa yang sedang terjadi dengan seseorang, apa yang akan dia lakukan dll, dengan membaca karakter orang maka kita bisa menurunkan angka kejadian bunuh diri bahkan deteksi dini gangguan jiwa. Semoga akan ada pakar perilaku manusia yang mengeluarkan teori cara membaca karakter seseorang.
Analisa Kredit 6C
21 09 2008
Analisis Kredit
Tujuan utama analisis permohonan kredit adalah untuk memperoleh keyakinan apakah nasabah mempunyai kemauan dan kemampuan memenuhi kewajibannya kepada bank secara tertib, baik pembayaran pokok pinjaman maupun bunganya, sesuai dengan kesepakatan dengan bank. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyelesaian kredit nasabah, terlebih dahulu harus terpenuhinya Prinsip 6 C’s Analysis, yaitu sebagai berikut:
1. Character
Character adalah keadaan watak dari nasabah, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam lingkungan usaha. Kegunaan dari penilaian terhadap karakter ini adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana kemauan nasabah untuk memenuhi kewajibannya (willingness to pay) sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan.
Sebagai alat untuk memperoleh gambaran tentang karakter dari calon nasabah tersebut, dapat ditempuh melalui upaya antara lain:
a. Meneliti riwayat hidup calon nasabah;
b. Meneliti reputasi calon nasabah tersebut di lingkungan usahanya;
c. Meminta bank to bank information (Sistem Informasi Debitur);
d. Mencari informasi kepada asosiasi-asosiasi usaha dimana calon nasabah berada;
e. Mencari informasi apakah calon nasabah suka berjudi;
f. Mencari informasi apakah calon nasabah memiliki hobi berfoya-foya.
2. Capital
Capital adalah jumlah dana/modal sendiri yang dimiliki oleh calon nasabah. Semakin besar modal sendiri dalam perusahaan, tentu semakin tinggi kesungguhan calon nasabah dalam menjalankan usahanya dan bank akan merasa lebih yakin dalam memberikan kredit. Modal sendiri juga diperlukan bank sebagai alat kesungguhan dan tangung jawab nasabah dalam menjalankan usahanya karena ikut menanngung resiko terhadap gagalnya usaha. Dalam praktik, kemampuan capital ini dimanifestasikan dalam bentuk kewajiban untuk menyediakan self-financing, yang sebaiknya jumlahnya lebih besar daripada kredit yang dimintakan kepada bank.
3. Capacity
Capacity adalah kemampuan yang dimiliki calon nasabah dalam menjalankan usahanya guna memperoleh laba yang diharapkan. Kegunaan dari penilaian ini adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana calon nasabah mampu untuk mengembalikan atau melunasi utang-utangnya secara tepat waktu dari usaha yang diperolehnya.
Pengukuran capacity tersebut dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan berikut ini:
a. Pendekatan historis, yaitu menilai past performance, apakah menunjukkan perkembangan dari waktu ke waktu.
b. Pendekatan finansial, yaitu menilai latar belakang pendidikan para pengurus
c. Pendekatan yuridis, yaitu secara yuridis apakah calon nasabah mempunyai kapasitas untuk mewakili badan usaha yang diwakilinya untuk mengadakan perjanjian kredit dengan bank.
d. Pendekatan manajerial, yaitu menilai sejauh mana kemampuan dan keterampilan nasabah melaksanakan fungsi-fungsi manajemen dalam memimpin perusahaan.
e. Pendekatan teknis, yaitu untuk menilai sejauh mana kemampuan calon nasabah mengelola faktor-faktor produksi seperti tenaga kerja, sumber bahan
4. Collateral
Collateral adalah barang-barang yang diserahkan nasabah sebagai agunan terhadap kredit yang diterimanya. Collateral tersebut harus dinilai oleh bank untuk mengetahui sejauh mana resiko kewajiban finansial nasabah kepada bank. Pada hakikatnya bentuk collateral tidak hanya berbentuk kebendaan tetapi juga collateral yang tidak berwujud seperti jaminan pribadi (borgtocht), letter of guarantee, letter of comfort, rekomendasi dan avalis.
5. Condition of Economy
Condition of Economy, yaitu situasi dan kondisi politik , sosial, ekonomi , budaya yeng mempengaruhi keadaan perekonomian pada suatu saat yang kemungkinannya memengaruhi kelancaran perusahaan calon debitur. Untuk mendapat gambaran mengenai hal tersebut, perlu diadakan penelitian mengenai hal-hal antara lain:
a. Keadaan konjungtur
b. Peraturan-peraturan pemerintah
c. Situasi, politik dan perekonomian dunia
d. Keadaan lain yang memengaruhi pemasaran
6. Constraint
Constraint adalah batasan dan hambatan yang tidak memungkinkan suatu bisnis untuk dilaksanakan pada tempat tertentu, misalnya pendirian suatu usaha pompa bensin yang disekitarnya banyak bengkel las atau pembakaran batu bata.
Dari keenam prinsip diatas, yang paling perlu mendapatkan perhatian account officer adalah character, dan apabila prinsip ini tidak terpenuhi, prinsip lainnya tidak berarti. Dengan perkataan lain, permohonannya harus ditolak.


oh
BalasHapus